“Tuhan di Ujung Logika” menggambarkan pergulatan intelektual yang terus berlangsung antara rasio dan keyakinan. Sains berusaha menjelaskan semesta melalui hukum alam dan pembuktian empiris. Filsafat mempertanyakan sebab pertama dan makna eksistensi. Logika menuntut konsistensi argumen, sementara seni mengekspresikan pengalaman spiritual secara simbolik. Di sisi lain, iman melampaui batas pembuktian rasional dan berdiri pada kepercayaan batin. Perdebatan ini tidak pernah benar-benar selesai, karena masing-masing pendekatan memiliki wilayah dan metode berbeda. Justru dalam ketegangan itulah manusia terus mencari kebenaran, menafsirkan realitas, dan merenungkan kemungkinan adanya Yang Transenden di balik batas akal.
Harga Rp.
ISBN : 978-