Nashaihul Ibad

Nashaihul Ibad adalah kitab populer di dunia pesantren yang berisi kumpulan nasihat untuk memperkuat spiritualitas dan akhlak seorang Muslim.
Tujuan: Memberikan peringatan dan bimbingan praktis bagi hamba Allah agar lebih siap menghadapi hari kiamat dan memperbaiki hubungan dengan sesama makhluk.
Penulis: Disusun oleh Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar asal Banten yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram.
Asal-Usul: Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas kitab Al-Munabbihat 'alal Isti'dad li Yaumil Ma'ad karya Ibnu Hajar al-Asqalani.
Struktur Isi: Terdiri dari 10 bab yang dikelompokkan secara numerik (nasihat yang terdiri dari 2 perkara, 3 perkara, hingga 10 perkara).
Jumlah Nasihat: Memuat sekitar 214 nasihat (ada juga referensi yang menyebutkan hingga 1072 poin nasihat kecil) yang bersumber dari hadis Nabi, atsar sahabat, dan perkataan para ulama.

Harga Rp.

E-ISBN: 978-623-6843-66-6

Tuhan di Ujung Logika – Perdebatan Sains, Filsafat, Seni, Logika, dan Iman yang Tiada Akhir

Harga Rp.
ISBN : 978-

Etika Tanpa Tuhan – Ketika Algoritma Menggerus Agama

etika tanpa tuhan

“Etika Tanpa Tuhan – Ketika Algoritma Menggerus Agama” menggambarkan pergeseran otoritas moral dari ajaran spiritual menuju sistem berbasis data. Di era kecerdasan buatan dan media sosial, algoritma tidak hanya mengatur informasi, tetapi juga membentuk opini, preferensi, bahkan standar benar dan salah. Manusia semakin sering mengambil keputusan berdasarkan tren, validasi digital, dan logika mesin. Akibatnya, nilai agama yang dahulu menjadi rujukan etika perlahan tersisih oleh efisiensi, popularitas, dan kepentingan pasar. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah moralitas tetap kokoh tanpa fondasi transenden, atau justru berubah mengikuti pola kode dan kepentingan teknologi?

Harga : Rp
ISBN : 978-

Ya Allah Aku Salah Apa

Pernah ngerasa bersalah banget
sama Allah sampe kamu nanya,
Aku salah apa sih, Ya Allah?
Kok hukumannya gini amat?'
Buku ini kayak temen ngobrol
yang bakal nemenin kamu
temuin jawabannya.

Gak cuma curhat doang, tapi juga
kasih pencerahan; jangan-jangan penderitaan itu bukan hukuman,
tapi cara Allah ngasih kamu
kesempatan buat tumbuh.

Di sini, kamu bakal nemu cara mengubah rasa bersalah jadi kekuatan,
dan luka jadi pelajaran.

Karena sebenernya, Allah
lagi ngasih kamu ujian special;
bukan buat ngancurin kamu, tapi buat
agar kamu upgrade level diri dan iman!